BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Senin, 09 April 2012

PROMOSI PROPERTI DI TRAFFIC LIGHT

PROMOSI PROPERTI DI TRAFFIC LIGHT

AriWibowoJinProperti.blogspot.com - Jika anda membawa mobil dan memasuki kota Semarang khususnya diseputar kawasan Simpang Lima, jangan heran jika disebuah traffic light akan dijumpai seseorang yang secara khusus memohon kaca jendela mobil anda untuk dibuka, dan kemudian menyerahkan 1 leaflet berisi promo produk makanan lumpia, yang merupakan makanan khas kota semarang.

Lumpianya adalah produk brand tertentu, yang alamatnya di jalan Gajahmada Semarang. Leafletnya ukuran 1/3 kwarto, kertasnya agak tipis, full colour, dan mempromosikan makanan lumpia dengan berbagai citarasa.

Sudah setahun lebih promosi membagikan leaflet di traffic light tersebut mereka lakukan, dan masih terus dilakukan. Bagi warga kota Semarang bahkan sudah hafal dengan aktivitas tersebut. Bahkan di dashboard mobil saya secara khusus saya simpan 1 leaflet lumpia, sehingga ketika petugas pembagi leaflet lumpia tersebut datang menghampiri, maka leaflet lumpia tersebut saya acung-acungkan sebagai respon bahwa saya tak perlu diberi lagi.

Luar biasa ya? Saya rela menyimpan 1 leaflet di dashboard mobil sekedar untuk merespon aksi pembagian leaflet lumpia di traffic light. Jadi di otak saya sudah hafal banget bahwa yang membagi-bagikan leaflet di traffic light seputaran Simpang Lima itu adalah toko lumpia. Tempat pembagian berpindah pindah, mulai dari jalan Pandanaran, jalan Ahmad Yani, atau jalan Gajah Mada. Semua diseputar Simpang Lima.

Sobat properti, promosi membagikan leaflet bukanlah aktivitas promosi berbudget mahal. Jika cetak 1 rim leaflet biayanya Rp 350.000, kita sudah mendapatkan 3 x 500 = 1500 lembar leaflet ukuran 1/3 kwarto. Kalau dalam sehari targetnya membagikan 1000 leaflet maka dalam 1 bulan diperlukan 30.000 leaflet dengan biaya cetak Rp 7.000.000. Ditambah honor pembagi leaflet dengan asumsi Rp 1.000.000 sebulan, maka total budget sebulan untuk promosi membagi leaflet ini memakan budget Rp 8.000.000,-

Jangan remehkan promosi yang sepertinya ecek-ecek dan kurang bonafid ini. Buktinya saya bukan sekedar tahu persis apa produk dan brand yang dipromosikan, bahkan sampai-sampai saya mengenali cara promosinya. Jadi otak saya merekam brand, merekam produk lumpia, dan merekam cara promosi membagi-bagikan leaflet di traffic light tersebut.

Cara ini pernah saya coba dan efektif. Kuncinya cuma ada 2, yaitu jangan dilakukan secara sporadis dan temporary, dan jangan diserahkan kepada tenaga part timer.

Maksudnya, jangan cuma melakukan selama 3-4 hari saja dan setelah itu berhenti. Tapi lakukanlah secara kontinyu dan periodik (misal; 1 bulan penuh), mulai jam 07.00 s/d 19.00. Dengan cara itu penyebaran akan merata karena secara teori kemungkinan (probability) kita hanya mencari kesempatan 1 orang melewati sebuah titik tertentu atau ruas jalan tertentu, minimal 1x dalam sebuah bulan berjalan, maka dia akan mendapat informasi mengenai produk kita.

Dan jangan dilakukan secara serabutan dengan membayar seseorang yang tak bisa dipegang tanggung-jawabnya. Misal; anda comot pengamen atau pedagang asongan atau tukang parkir, dan memberikan mereka segepok leaflet untuk dibagikan. Pada saat anda mengulurkan ongkos membagi leaflet, mereka akan menerimanya. Pada saat anda masih berada disitu dan mengawasi kinerja mereka, mereka akan mengerjakan tugasnya. Tapi siapa yang berani menjamin mereka tetap bekerja sesuai order pada saat anda sudah pergi? Bisa-bisa sisa segepok leaflet dimasukkan tong sampah, dan itu artinya anda membuang biaya sia-sia.

Saya menyarankan anda memakai tenaga honorer tetapi sudah  memiliki kontrak kerja untuk waktu tertentu dengan perusahaan anda. Minta mereka memakai uniform (seragam) yang mengekspos produk dan brand anda, dan tugaskan mereka di titik traffic light yang strategis. Kalau perlu di leaflet tersebut ada stempel atau tanda khusus, yang akan dikenali jika si penerima leaflet datang ke kantor pemasaran membawa leaflet bertanda khusus tersebut.

Buatlah aturan main bahwa jika ada seorang konsumen yang datang ke kantor pemasaran sambil membawa leaflet yang dibagi-bagikan di traffic light, maka ada extra bonus untuk petugas pembagi leaflet (misal) Rp 2.500 per konsumen yang datang ke kantor pemasaran. Ini adalah cara untuk memotivasi pembagi leaflet agar membagikan tugasnya dengan benar dan efektif.

Oh ya, jika ternyata aktivitas ini terpantau oleh petugas Dispenda dan kemudian anda diminta membayar retribusi iklan dan melakukan perforasi untuk setiap lembar leaflet yang dibagi-bagikan di traffic light, silahkan anda penuhi aturan tersebut. Anda jangan meniru kebiasaan buruk saya yeah? Yaitu hanya melakukan perforasi ke sejumlah kecil leaflet saja, padahal yang dibagikan jumlahnya banyak.

Demikian artikel ini saya tulis, karena saya sendiri menganggap cara promosi ini efektif dan recommended. Cukup dilakukan 1 bulan saja, tak perlu kontinyu sepanjang tahun seperti yang dilakukan toko lumpia di Semarang. Selamat mencoba !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis