BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Sabtu, 16 September 2017

WORKSHOP PROPERTI JAKARTA 14 - 15 OKTOBER 2017

BAGAIMANA MENGUBAH STATUS PEKERJA MENJADI PENGUSAHA?

Anda boleh belajar menjual 100 unit rumah dalam sehari kepada orang lain. Anda boleh belajar cara menjual dengan sistem syariah (tanpa riba) kepada orang lain. Anda boleh belajar mengurus kredit perbankan (KPR) kepada orang lain. Anda boleh belajar cara jualan rumah secara on line kepada orang lain. Anda boleh belajar manajemen konstruksi kepada orang lain. Anda boleh belajar manajemen resiko kepada orang lain.
Pertanyaannya adalah: Apa yang mau anda pasarkan? Apa yang mau anda bangun? KPR apa yang mau anda urus? Resiko apa yang mau anda kelola? Proyek apa yang mau anda urusi manajemennya? Kalau anda belum punya proyek, semua hal diatas tak akan pernah anda kerjakan.
Ada 2 tahapan yang harus anda lakukan menjadi pebisnis properti, yaitu; 1. MEMULAI 2. MENJALANKAN. Nah, Perguruan Kungfu Properti (PKP) mengambil peran di poin1, yaitu mengajarkan anda untuk #MEMULAI bisnis properti. Jika belum dimulai, proyek apa yang mau anda jalankan?
PKP dikenal memiliki jurus jurus handal untuk mendapatkan lahan hotdeal. Baik secara konvensional (lahan pemilik tanah dibalik nama, kemudian PT mengaku berhutang kepadanya) ataupun secara syariah (lahan diikat tanpa balik nama dan pengakuan hutang).
PKP juga punya jurus teknikal yang sangat handal untuk mendapatkan lahan dengan harga kompetitif, yaitu jurus "Taichi Master". Juga ada jurus "Bedah Rumah" untuk mendapatkan proporsi pembagian laba (profit share) yang menguntungkan kita. Jangan lupa ada jurus "123" untuk menilai kelayakan sebuah investasi serta membatasi skala investasi.
Modul Action Plan ala PKP banyak dipuji orang dan diakui paling detail dan presisi untuk menghitung HPT (Harga Pokok Tanah), karena di lembaga training yang lain kebanyakan hanya diajarkan menghitung secara quick count. Konon Action Plan PKP ini banyak diduplikasi dengan sedikit modifikasi oleh lembaga pelatihan properti lainnya.
Skill alumni PKP makin lengkap dengan pelajaran teknikal menghitung kebutuhan modal kerja serta membuat business plan. Dengan menguasai berbagai teknik dan jurus itulah alumni PKP dikenal sangat handal mendapatkan deal deal cantik skim lunak dengan pemilik tanah.
Jika lahan dengan skim bayar lunak sudah dikuasai, tinggal dibuatkan business plan dan dijadikan sebuah opportunity untuk ditawarkan kepada investor alias mitra pemilik modal. PKP membekali alumninya dengan kriteria kriteria investasi yang menarik minat investor. Ada banyak jenis investor, yaitu investor berstatus konsumen (jurus kadal buntung), investor berstatus kontraktor (turnkey project), atau private investor alias investor yang sesungguhnya.
Yang paling keren, saat ini PKP telah bermitra dengan corporate investor yang berstatus standby dan siap menerima sodoran business plan proyek properti anda untuk dibiayai. Jika rasio labanya menarik, jika legal clereance nya beres, jika skenario legalnya aman, jika potensi market nya menjanjikan, ayo kita bermitra, ayo lahannya kita eksekusi.
Paham kan, kenapa saya sebutkan bahwa PKP adalah pilihan paling tepat untuk MEMULAI bisnis properti anda. Diajari ilmunya, disediakan pemodalnya. Kurang apa lagi? Benar benar modal recehan, benar benar entry point bagi anda yang ingin melakukan lompatan kuantum dari status pekerja menjadi pengusaha.
Minat? Bergabunglah dengan PKP, ikuti kelas terdekat. JAKARTA 14-15 Oktober 2017. Biaya Rp. 4.000.000/orang, termasuk penginapan (twin sharing) 2 malam. Khusus 10 pendaftar pertama berhak mendapat early bird Rp. 3.500.000/orang. Jangan lupa gabung grup FB bernama PERGURUAN KUNGFU PROPERTI Official. Info PKP banyak dirilis disana. Daftar ke sdr Eko di 0853 8543 4168.

Senin, 14 Agustus 2017

ANDA TAHU TENTANG ADVISE PLANNING?

JANGAN LUPA MENGECEK PERUNTUKAN LAHAN

Satu tahapan krusial yang wajib dilakukan sebelum eksekusi lahan adalah mengecek peruntukan lahan, apakah sesuai dengan fungsi bangunan yang akan kita bangun diatasnya. Jadi sekalipun hasil negosiasi dengan pemilik tanah sangat positif, yaitu bisa hotdeal (DP kecil, sisanya diangsur panjang), jika peruntukannya tak sesuai artinya tak boleh dieksekusi.
Dimana melakukan pengecekan? Bisa di DTK (Dinas Tata Kota), atau Bappeda, atau bisa juga di KPPT (Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu). Data apa yang kita perlukan? Minta saja RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kota) yang merupakan produk legislasi bernama Perda Tata Ruang. Nanti didalamnya ada lagi bagian bagiannya yang bernama RBWK (Rencana Bagian Wilayah Kota) serta RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kota).
Apa yang harus anda lakukan? Bawa copy SHM, copy KTP pemilik tanah, dan kemudian bertanya "Apakah saya bisa membangun proyek perumahan di lokasi ini? Saya ingin melihat zona peruntukannya."
Gambar yang kita lihat adalah berupa peta dengan kode serta notasi tertentu. Ada warna hijau muda, hijau tua, kuning, coklat dll. Notasi untuk kawasan permukiman (perumahan) biasanya diberi notasi warna kuning. Kawasan campuran (perdagangan, jasa) biasanya warna coklat. Pastikan bahwa lahan yang akan kita eksekusi berada di zona kuning. Jika ternyata berada di jalur hijau, artinya tak boleh dieksekusi.
Di beberapa daerah tertentu (misal Yogyakarta dan Purwokerto), kita bisa meminta informasi tata ruang dengan mengajukan secara tertulis. Nantinya mereka akan memberikan jawaban berupa ADVICE PLANNING. Ini bukan produk perijinan ya, ini cuma informasi saja.
Ini adalah contoh advise planning kabupaten Banyumas. Kami punya rencana membangun sebuah komplek rumah kost, cafe resto dan ruang usaha lainnya. Kami mengajukan permohonan informasi, dan diterbitkan advise planning seperti foto ini. Lihat kesimpulannya! Tertulis bahwa rencana kami sesuai dengan tata ruang (peruntukan lahan).
Mantap. Sekarang tinggal dilanjutkan dengan aktivitas legal clereance.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis